Fawaid

MENCAMPUR ADUKKAN KEBENARAN DAN KEBATILAN

๐Ÿ“ฌ Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,

ู…ู† ุนุงุฏุฉ ุงู„ูƒูุงุฑ ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ู…ู† ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ูˆุบูŠุฑู‡ู…: ู„ุจุณ ุงู„ุญู‚ ุจุงู„ุจุงุทู„ุŒ ูˆุงู„ู„ุจุณ ู‡ูˆ: ุงู„ุฎู„ุทุŒ ูู‡ู… ูŠุฎู„ุทูˆู† ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุจุงุทู„ุ› ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠุฑูˆุฌ ุงู„ุจุงุทู„ุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ุจุงุทู„ ูˆุญุฏู‡ ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ุฃุญุฏุŒ ู„ูƒู† ุฅุฐุง ู„ุจุณ ุจุงู„ุญู‚ ูุฅู† ุงู„ุฃุบุฑุงุฑ ู…ู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆู‚ุงุตุฑูŠ ุงู„ู†ุธุฑ ูŠู‚ุจู„ูˆู†ู‡ุŒ ูˆูŠู‚ูˆู„ูˆู†: ู‡ุฐุง ููŠู‡ ุญู‚ุŒ ููŠู‚ุจู„ูˆู†ู‡ ูƒู„ู‡.”

“Merupakan adat dan tradisi orang-orang kafir dan jahiliyah dari kalangan Yahudi, Nashrani, dan selain mereka adalah mengaburkan (labs) kebenaran dengan kebatilan.

al-Labsu (mengaburkan) adalah al-Khalthu (mencampuradukkan). Maksudnya mereka mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan, dalam rangka menyebarkan kebatilan tersebut. Karena kalau kebatilan itu semata (yang ditampilkan), pastilah tidak akan ada seorang pun yang mau menerimanya. Akan tetapi apabila (kebatilan) dicampuradukkan dengan kebenaran, maka orang-orang yang mudah tertipu dari kalangan orang yang beriman, demikian pula orang-orang yang dangkal pandangannya akan mau menerimanya, dan mereka akan mengatakan, “Ini di dalamnya terdapat kebenaran”. Lalu ternyata mereka pun menerima semuanya (kebenaran beserta kebatilan yang tercampur di dalamnya, pen).”

๐Ÿ“™ [Syarh Masail al-Jahiliyah hlm. 279]

Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Baca juga
Close
Back to top button