Diam, Antara Pahala dan Dosa
Asy-Syaikh Al-Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari hafizhahullah berkata pada salah satu rekaman pelajaran beliau,
“Renungkanlah! Nabi Muhammad ﷺ bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dalam as-shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Muslim):
‘Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.’
Kami telah menyebutkan beberapa kali tentang qoulul khair (ucapan yang baik) .
Kami ulangi, bahwa berucap dan diam terbagi menjadi empat kategori:
- Ucapan yang diberi pahala.
- Ucapan yang mendatangkan dosa.
- Diam yang mendapatkan pahala.
- Diam yang mendapatkan dosa.
Ucapan yang diberi pahala adalah ucapan yang baik, berlandaskan ilmu dan sifat adil, serta (berbicara) saat diperlukan.
Diam yang diberi pahala adalah diam dari keburukan dan bahaya, diam dari perkataan yang batil, gosip, dan namimah, serta merusak hubungan.
Demikian pula, diam yang diberi pahala adalah menahan diri dari keburukan, menjaga lisan dari keburukan, maka kamu akan diberi pahala atasnya.
Diam yang mendatangkan dosa adalah disaat dibutuhkan darimu untuk menjelaskan al-haq, tetapi kamu diam, maka kamu berdosa, terlebih jika orang-orang membutuhkan penjelasan terhadap kebenaran darimu atas dasar ilmu dan keadilan.”
Sumber:
https://t.me/dr_elbukhary/142
قال الشيخ عبد الله البخاري حفظه الله في صوتيته :
«تأمل، النبي عليه الصلاة وسلم يقول كما في الصحيحين : {من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت}،
قول الخير ذكرنا هذا غير مرة أيضا ونعيد أن الكلام والصمت على أربعة أقسام :
١.قول تؤجر عليه.
٢.وقول تأثم عليه.
٣.وصمت تؤجر عليه.
٤.وصمت تأثم عليه.
فالقول الذي تؤجر عليه أن تقول خيرا بعلم وعدل وإذا احتيج إليك.
والصمت الذي تؤجر عليه أن تصمت عن الشر والأذى، أن تصمت عن قول الباطل، والقيل والقال، والنميمة وإفساد ذات البين.
والصمت الذي تؤجر عليه ؛ وأن تكف عن الشر، تكف لسانك عن الشر وتمسك فأنت ماجور على هذا.
والصمت الذي تأثم عليه إذا احتيج إلى بيان الحق منك وصمتت عن بيان الحق للخلق فأنت آثم خاصة وأن الأمر يحتاجه الناس منك بعلم وعدل».
???? المصدر: