Konsekuensi Iman Antara Mencintai Persatuan Dan Membenci Perpecahan
Berkata Imam al-Mufassir al-Ushuli Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah,
“Dan juga merupakan konsekuensi iman adalah mencintai persatuan orang-orang beriman serta menghasung untuk saling berkasih sayang, saling mencintai dan tidak saling memutuskan hubungan.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga berlepas diri dari berbagai bentuk sikap fanatik buta, perpecahan dan saling benci. Mereka meyakini hal ini merupakan bagian pondasi iman yang paling penting.
Ahlus Sunnah tidak meyakini bahwa perselisihan pada permasalahan yang tidak mengantarkan kepada kekufuran atau kebid’ahan itu mewajibkan perpecahan.”
Ushul Aqa’id ad-Diniyah hal. 16
قال الإمام المفسر الأصولي عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله:
ويترتب على ذلك أيضا محبة اجتماع المؤمنين، والحث على التآلف والتحاب وعدم التقاطع
ويبرأ أهل السنة والجماعة من التعصبات والتفرق والتباغض. ويرون هذه القاعدة من أهم قواعد الإيمان، ولا يرون الإختلاف في المسائل التي لا توصل إلى كفر أو بدعة موجبة للتفرق
???? أصول العقائد الدينية ص. ١٦
